Senin, 28 Mei 2012

Tulisan jaman SMA

MALAM PENYAIR
Senja bergilir gunda
Kelam bayangan nyata
Gurindam bercerita ria
Pintalan kata telah bersua
Hening bersandarkan suara duka
Riuh bersandarkan nisan pelita
Mencari liang penantian
Kumpulkan derma yang terkaitkan
Gelendong- gelendong sukma telah hadir
Ciptakan prasasti zaman
Tak terbaca tak berkata nyata
Sisipkan duka cita,simpulkan prasetya




 BUNGA JIWA
Terbesit angan melayang
Menganga katup penggerak
Gila jiwa telah tersandang
Singgahan muka masam terkuak
Cucuran peluh telah berparit
Ukirlah payah wahai durjana
Bersemi,berkembang,mekaran
Buah tangan telah digenggam
Hasil beban telah dirasa
Sia tak halangi asa
Berjalan sekesit cahaya
Sampaikan sebongkah keharuman jiwa
Untuk hidup perlihatkan warna


HIDUP
Hidup itu rumit,Hidup itu pelit
Kita rasa indah,Kita rasa susah
Hompimpa hidupku,Tepat jalanku
Hompimpa matiku,Lepas nyawaku
Hidup itu harus disyukuri
Sebab itu nikmat ilahi
Hidup itu harus dijalani
Dengan iman dan ihsan sejati




SUARA HATI
Songketan- songketan halus rata
Merayap pada setiap otot jantung
Benang emas ,benang racun
Tersusun rapi disetiap bagiannya
Memberi bisikan pada setiap detak
Selembut angin surga adna
Atau memekakan telinga
Senyaring jeritan penghuni neraka
Isyaratkan pemilik badan
Pada kebaikan dan kebathilan
Suara hati yang selalu meragukan
Hanya menyakinkan pemeluk iman

GALAU
Kelampauan salah isak tangis
Kesalahan pendusta bertepuk manis
Masih adakah kegalauan sukma
Masih tersisakah ketakutan jiwa
Jika memang desiran ketakutan ini dikorbankan
Akankah langit berubah terang
Jika memang wajah merah ini dipersembahkan
Akankah hati kembali tenang
Tak ada yang mampu
Hanya merangkak
Menunduk
Bersujud
Dan terbujur kaku…

Tidak ada komentar:

Posting Komentar