Untuk Terahir
Tak Terlupa
Bandung, 20
Desember 2014 Pukul 00.30 WIB
Bertemu cahaya
bintang kembali
Cahaya nyata
yang tak terganti
Bertemu untuk mengenang
kembali
Aku kamu dan
kita menjadi berarti
Cukupkah hanya
semalam untuk mengenang?
Mengenang setiap
detik berarti bagiku,bagimu dan bagi kita
Hubungan ini
tidaklah sedarah
Hubungan ini
tidaklah senasab
Hubungan ini tidaklah
disengaja
Hubungan ini
aneh namun membahagiakan
Menemukan senyum
digelap malam
Bahkan tawa dibalik
serbuan tetes hujan
Tak lepas
tengkar di teriknya siang
Bahkan tangis saat
mekaran kembang
Namun ada masanya
aku, kamu dan kita
Tak mengagumi
indahnya bintang di langit yang sama
Tak tersenyum
dan tertawa di atas hamparan rumput yang sama
Bahkan tak bertengkar
dan menangis di bawah atap yang sama
Masa itu akan
tiba
Masa itu pasti
datang
Masa itu akan
tiba bukan untuk memisah
Masa itu akan
datang bukan untuk memutus hubungan
Saat masa itu
telah menyapa aku, kamu dan kita
Maka terimalah
dengan angan dan harapan
Lanjutkan hidup
dengan lapang bersahaja
Pesan ini untuk
terahir tak terlupa
Karya ini
aku persembahkan khusus untuk keempat kakak terbaiku...
Kak Innarotul Aulia, S.Pd, Kak Ufiq Faishol Ahlif, S.Pd, Kak Faiz Amri, S.Pd, Kak
Risqiya Mas’udah, S.Pd.

Makasih bit, semoga kenangan yg telah dituangkan bersama dapat terus terjaga dan terbarui.
BalasHapus